Senin, 15 Desember 2014

                                                               GO GREEN

Apa sebenarnya pengertian dari Go Green? Go Green adalah tindakan penyelamatan bumi yang saat ini sudah mengalami kerusakan dan pemanasan global akibat dari ulah diri kita sendiri. Go Green dapat disebut pula dengan “Penghijauan Kembali”


Dengan kemajuan zaman pada saat ini banyak produk yang tidak ramah lingkungan dan dapat merusak alam dan lingkungan karena banyak bahan bahan yang beracun dan berpotensi merusak lingkungan. Selain itu Life style  dari kita juga berpengaruh terhadap lingkungan seperti pemakaian AC dan Lemari es, banyaknya kendaraan bermotor, penggunaan kantong plastik dll.

Untuk menghadapi kerusakan yang kian bertambah dibumi kita , manusia harus mengadakan perubahan besar, namun perubahan ini bukan hal yang mudah..
Namun alangkah baiknya kalau perubahan itu kita mulai dari diri kita masing masing.


Berikut langkah nyata yang diharapkan dapat diterapkan untuk melaksanakan GO GREEN ini antara lain:

1. Tidak membuang sampah sembarang tempat
2. Penggunaan air bersih seperlunya
3. Tanamlah minimal satu pohon untuk setiap orang
4. Gunakan kertas secara maksimal dengan cara memanfaatkan kedua sisinya
5. Hematlah pemakaian listrik seefisien mungkin
6. Penggunaan transportasi massal seperti busway, bus, angkot  sangat dianjurkan
7. Menggunakan transportasi yang bebas emisi gas seperti motor listrik dan sepeda, atau bahkan jalan kaki
8. Jangan merokok, selain berguna untuk kesehatan juga mengurangi emisi gas di udara
9. Memilah sampah, daur ulang yang dapat dimanfaatkan kembali
10. Menghemat air dan sabun saat cuci tangan.
11. Melakukan pengomposan di rumah.
12. Daur ulang sampah.




Jumat, 21 November 2014

                                                                       Go Green
Go Green adalah tindakan penyelamatan bumi yang saat ini sudah mengalami kerusakan dan pemanasan global akibat dari ulah diri kita sendiri. Go Green dapat disebut pula dengan “Penghijauan Kembali”

           Dengan kemajuan zaman pada saat ini banyak produk yang tidak ramah lingkungan dan dapat merusak alam dan lingkungan karena banyak bahan bahan yang beracun dan berpotensi merusak lingkungan. Selain itu Life style  dari kita juga berpengaruh terhadap lingkungan seperti pemakaian AC dan Lemari es, banyaknya kendaraan bermotor, penggunaan kantong plastik dll.


Untuk menghadapi kerusakan yang kian bertambah dibumi kita , manusia harus mengadakan perubahan besar, namun perubahan ini bukan hal yang mudah..
Namun alangkah baiknya kalau perubahan itu kita mulai dari diri kita masing masing.


Berikut langkah nyata yang diharapkan dapat diterapkan untuk melaksanakan GO GREEN ini antara lain:

1. Tidak membuang sampah sembarang tempat
2. Penggunaan air bersih seperlunya
3. Tanamlah minimal satu pohon untuk setiap orang
4. Gunakan kertas secara maksimal dengan cara memanfaatkan kedua sisinya
5. Hematlah pemakaian listrik seefisien mungkin
6. Penggunaan transportasi massal seperti busway, bus, angkot  sangat dianjurkan
7. Menggunakan transportasi yang bebas emisi gas seperti motor listrik dan sepeda, atau bahkan jalan kaki
8. Jangan merokok, selain berguna untuk kesehatan juga mengurangi emisi gas di udara
9. Memilah sampah, daur ulang yang dapat dimanfaatkan kembali
10. Menghemat air dan sabun saat cuci tangan.
11. Melakukan pengomposan di rumah.
12. Daur ulang sampah.
Sumber::


http://green-ambassador.blogspot.com/2013/02/pengertian-go-green_1.html


  

4 Langkah Mengelola dan Memanfaatkan Sampah ( Reduce, Reuse, Recycle, Recovery )

Reduce artinya mengurangi atau menurunkan jumlah sampah setiap hari. Kegiatan ini bisa kita lakukan bersama dengan berusaha meminimalisir barang yang kita gunakan, sehingga sampah yang dihasilkan sedikit, dan memilah sampah rumah tangga berdasarkan sifat dan jenisnya, misalnya pemisahan sampah organik yang lunak (misalnya: dedaunan) dengan keras (misalnya: tulang), sampah nonorganik dipisahkan berdasarkan jenis plastik, kaca, kaleng, besi.

Reuse artinya menggunakan kembali barang-barang yang kita miliki, sedapat mungkin tidak menggunakan barang yang habis sekali pakai, jadi barang masih dapat digunakan sebelum nanti kita buang. Langkah tersebut dapat kita lakukan dengan membiasakan diri bila berbelanja membawa tas yang bersifat permanent (tetap). Sehingga barang-barang yang kita beli tidak perlu dibungkus memakai plastik, tetapi dapat langsung dimasukkan ke dalam tas.

Recycle artinya mengupayakan agar barang-barang bekas dapat digunakan kembali dengan cara mendaur ulang barang-barang yang sekiranya dapat di daur ulang, sebab tidak semua barang dapat di daur ulang.

Recovery (Replace) adalah memperbaiki barang-barang yang rusak untuk dapat diapakai kembali. Misalnya: mengganti jok kursi yang rusak bukan mengganti dengan yang baru. Mereparasi kulkas agar dapat dipakai kembali. Membiasakan mengganti tas plastik kresek dengan tas yang dapat dipakai berulang-ulang.
Sumber:

       
       

Jumat, 03 Oktober 2014

Ulangan Harian

Warga Perlu Mengenal BPJS Ketenagakerjaan

30 September 2014 1:53 WIB 

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
UNGARAN, suaramerdeka.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Ungaran, kemarin menggelar ‘Healthy Sunday Morning’ di Alun-alun Bung Karno Kalirejo, Ungaran.
Kegiatan tadi merupakan salah satu kegiatan kehumasan yang bertujuan untuk meningkatkan brand awareness dan brand perception masyarakat terhadap brand baru BPJS Ketenagakerjaan yang dulu bernama PT Jamsostek (Persero).
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Ungaran, Yazid Muin menilai, saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengenal BPJS Ketenagakerjaan khususnya masyarakat pekerja informal. Padahal, warga perlu tahu program BPJS Ketenagakerjaan sejatinya sangat dibutuhkan bagi mereka yang bekerja di bidang tersebut.
“Ada beberapa program yang bisa dikuti, diantaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian, (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT). Sosialisasi kemarin sengaja kita kemas khusus untuk menarik perhatian masyarakat,” katanya, didampingi Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran, Agus Pribadi, Senin (29/9).
Dipaparkan lebih lanjut, bagi warga yang datang dan mengunjungi stan BPJS secara otomatis mendapatkan layanan cek tensi gratis, pembagian jus dan bubur gratis, cek saldo JHT gratis, pemasangan aplikasi BPJSTK Mobile di ponsel yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, serta pendaftaran peserta on the spot.
“Pendaftaran peserta on the spot dilakukan untuk memudahkan para pedagang kaki lima yang ingin mendaftar menjadi peserta namun tidak memiliki waktu untuk datang ke kantor BPJS. Hanya dengan membayar Rp 39.600 per bulan, para pekerja informal telah tercover dalam program JKK, JKM, dan JHT dengan manfaat yang sama dengan program yang diikuti oleh tenaga kerja formal,” paparnya.
Ditambahkan Agus Pribadi, dengan gencar menggelar sosialisasi, dia optimistis masyarakat akan semakin mengenal BPJS Ketenagakerjaan. “Kami berharap para pekerja informal tidak ragu lagi untuk mendaftarkan diri menjadi peserta, karena BPJS Ketenagakerjaan adalah badan penyelenggara jaminan sosial yang tidak hanya diperuntukkan bagi tenaga kerja formal saja,” ujarnya.
(Ranin Agung/CN34)
 Sumber :
http://berita.suaramerdeka.com/warga-perlu-mengenal-bpjs-ketenagakerjaan/

Opini :
          Menurut saya pengenalan kartu BPJS ketenagakerjaan yg sangat membantu bagi mereka yg bekerja di bidang informal karena ada beberapa program yg dapat diikuti ,diantaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian, (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT).Selain itu BPJS juga menyediakan layanan cek tensi gratis, pembagian jus dan bubur gratis, cek saldo JHT gratis, pemasangan aplikasi BPJSTK Mobile di ponsel yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, serta pendaftaran peserta on the spot.
         BPJS juga memudahkan bagi para pekerja informal dengan membayar sebesar Rp 39.600 perbulan para pekerja informal sudah tercover secara otomatis dalam program JKK, JKM, dan JHT.
         Saya harap program BPJS Ketenagakerjaan ini dapat lebih dikenal masyarakat , juga untuk kesejahteraan rakyat , dapat di gunakan sebaik baiknya ,dan menjadi andalan bagi masyarakat kelak karena kartu BPJS ini sangat membantu para pekerja informal maupun tidak secara umum.
        

Kamis, 02 Oktober 2014

-TUGAS TIK- :~TENTANG WC BELAKANG SEKOLAH~

              Berdasarkan pengamatan saya -saya melihat bahwa WC belakang sekolah SMP PIUS B.U Gombong sangat memprihatinkan karena kondisi WC yang tidak layak pakai contohnya seperti banyak terdapat sampah dan kotoran .

             Jelas saya seagai murid jarang ke WC belakang karena jijik melihatnya maka dari itu saya mengungkapkan beberapa pertanyaan yg terpikir di pikiran saya 

1. mengapa WC belakang SMP PIUS tidak diperbaiki dan di bersihkan secara teratur?

2.Kenpa yang lebih dipentingkan memperbaiki tembok sekolah dari pada WC belakang?

3. Apa yg dilakukan petugas pembersih selamaini jika tidakmembersih kan WC belakang sekolah?

            Mungkin bukan hanya saya yang merasakan hal ini tetapi semua siswa yang menggunakan WC belakang samapi saat ini jarang yang mau ke WC belakang karena menurut saya bahwa pihak sekolah harus memperhatikan kondisi kamarmandi belakang sekolah yg minim penerangan dan terkesan menyeramkan bagi sebagian siswa ,dan pihak sekolah juga tidak harus mementingkan bagian depan sekolah supaya terlihat bagus juga mementingkan bagian dalam sekolah.Terima Kasih .

Kamis, 18 September 2014

Bentuk awal mahkluk hidup penghasil oksigen di Bumi muncul 60 juta tahun lebih awal dari yang sebelumnya diperkirakan:

Ditemukannya bukti pelapukan batu tua akibat oksidasi di India

 

Ahli geologi dari Trinity College Dublin, Irlandia, menemukan bahwa bentuk kehidupan penghasil oksigen pertama di  Bumi muncul sekitar 3 milyar tahun yang lalu. Ini berarti 60 juta tahun lebih awal dari yang selama ini diperkirakan oleh para ahli dan tertulis di buku buku sejarah evolusi. Bentuk kehidupan ini bertanggungjawab atas terbentuknya oksigen yang melimpah yang kini ada di atmosfer kita. Oksigen yang melimpah ini di kemudian hari berperan penting dalam berkembangnya mahkluk hidup yang lebih kompleks seperti manusia.
Bekerjasama dengan Profesor Joydip Mukhopadhyay dan Gautam Ghosh dan rekan-rekan lain dari Universitas Kepresidenan di Kolkata, India, para ahli geologi ini menemukan bukti adanya pelapukan batuan kimia yang merujuk pada pembentukan tanah yang terjadi ketika ada kemunculan O2. Menggunakan sistem uranium-lead isotop decay yang muncul secara alami, para geolog melakukan pengukuran usia secara cermat dan akhirnya menyimpulkan bahwa peristiwa ini muncul setidaknya 3,020,000,000 tahun yang lalu. Tanah kuno (atau paleosol) tersebut berasal dari Singhbhum Kraton Odisha, dan kemudian dinamakan ‘Keonjhar Paleosol’ sesuai nama kota terdekat.
Seperti kita ketahui, bukti penggalian geologi menujukkan bahwa pada awal kemunculan kehidupan, terjadi peningkatan kadar oksigen dalam atmosfer kita. Ini karena melimpahnya tumbuh tumbuhan purba yang mengconvert karbon dioksida menjadi oksigen sebelum munculnya hewan yang merubah oksigen menjadi CO2. Pola pelapukan kimia yang didapat dalam paelosol tersebut sesuai dengan pola kenaikan level Oksigen dari masa ke masa. Level Oksigen seperti itu hanya bisa terjadi akibat melimpahnya organisme kala itu yang mengubah energi cahaya matahari dan karbon dioksida menjadi oksigen dan air. Proses yang disebut fotosintesis ini digunakan oleh jutaan spesies tumbuhan dan bakteri berbeda yang ada di bumi saat ini. Melimpahnya kadar oksigen dalam atmosfer kala itu berperan penting berkembangnya bentuk kehidupan yang lebih kompleks seperti mamalia.
Penelitian ini baru saja dipublikasikan secara online dalam jurnal Geologi peringkat teratas dunia bernama ‘Geology’. Quentin Crowley, Asisten Profesor dalam Analisis Isotop dan Lingkungan di Sekolah Ilmu Pengetahuan Alam di Trinity, sekaligus penulis senior dari artikel jurnal yang menjelaskan penelitian ini berkata: “Ini adalah penemuan yang sangat menarik, yang membantu untuk mengisi kesenjangan dalam pengetahuan kita tentang evolusi awal Bumi. Paleosol dari India ini mengatakan kepada kita bahwa ada kejadian oksigenasi atmosfer, dan ini terjadi jauh lebih awal dari yang dibayangkan sebelumnya. “
Awal Bumi kala itu sangat berbeda dengan apa yang kita lihat sekarang ini. Suasana awal atmosfer planet kita kaya akan metana dan karbon dioksida dan hanya ada O2 dalam skala yang sangat sedikit. Fakta yang sebelumnya diterima secara luas untuk evolusi atmosfer menyatakan bahwa tingkat O2 tidak  meningkat secara signifikan sampai sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu.
Kejadian yang disebut ‘Great Oxidation Event’ ini kemudian menyebabkan melimpahnya atmosfer dan lautan dengan O2, dan digembar-gemborkan sebagai salah satu perubahan terbesar dalam sejarah evolusi awal kehidupan di bumi. Mikroorganisme sendiri, dapat dipastikan telah hadir sebelum 3,0 miliar tahun yang lalu, namun tidak mungkin mampu menghasilkan O2 dalam jumlah banyak lewat fotosintesis. Sebelum ini masih belum jelas apakah terdapat peristiwa oksigenasi yang terjadi sebelum Oksidasi Besar itu, sementara itu argumen yang melandasi kemampuan evolusi fotosintesis sebagian besar telah didasarkan pada tanda-tanda pertama dari penumpukan oksigen di atmosfer dan lautan.
Profesor Crowley menambahkan, “Ini adalah contoh langka dari catatan geologi yang memberikan gambaran sekilas tentang bagaimana batuan melapuk. Perubahan kimia yang terjadi selama pelapukan ini memberitahu kita sesuatu tentang komposisi atmosfer pada saat itu. Sangat sedikit dari ‘paleosols’ yang telah didokumentasikan dari periode sejarah bumi sebelum 2,5 miliar tahun yang lalu. Satu satunya adalah yang kita kerjakan dan itu berusia setidaknya 3020000000 tahun, dan itu menunjukkan bukti kimia bahwa pelapukan berlangsung dalam suasana dengan tingkat O2 tinggi. “
Hampir tidak ada O2 di atmosfer bumi pada 3,4 miliar tahun yang lalu, namun karya terbaru dari paleosols Afrika Selatan menunjukkan bahwa sekitar 2,96 miliar tahun lalu tingkat O2 mungkin mulai meningkat. Oleh karena itu temuan Profesor Crowley telah menggeser batas sejarah tersebut setidaknya 60 juta tahun. Mengingat manusia baru ada di planet ini sekitar seper sepuluh dari waktu itu, maka hal itu bukanlah hal yang insignifikan dalam sejarah evolusi.

 

 

Memperdagangkan Opini Audit

Photobucket 

 

Pada minggu ini ada peristiwa penting yang tenggelam oleh kasus video mesum mirip Ariel-Luna-Cut Tari. Peristiwa tersebut adalah tertangkapnya auditor BPK Perwakilan Jawa Barat yang sedang menerima ”suap” sebesar Rp 200 juta dari oknum pejabat pemerintah kota Bekasi. Suap tersebut diduga terkait permintaan oknum pejabat pemerintah kota Bekasi agar laporan keuangannya yang sedang diaudit Tim BPK mendapat opini wajar tanpa syarat atau wajar tanpa pengecualian (WTP).
Ada tiga macam opini atas laporan keuangan suatu instansi pemerintah atau perusahaan. Opini yang paling baik adalah WTP(Unqualified Opinion). Opini terbaik kedua adalah Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion). Sedangkan opini paling jelek adalah Tidak Wajar (Adverse Opinion), yaitu auditor meyakini bahwa laporan keuangan yang sedang diauditnya banyak mengandung kesalahan yang material. Dengan kata lain, laporan keuangan tersebut tidak menggambarkan kondisi keuangan yang sebenarnya. Di samping ketiga opini tersebut, auditor kadang juga “Tidak Memberikan Pendapat” (Disclaimer Opinion). Hal ini disebabkan karena auditor tidak bisa memperoleh bukti-bukti yang dibutuhkan untuk bisa memberikan opini apakah laporan sudah disajikan dengan benar atau salah.
Dugaan suap untuk mendapatkan opini WTP di atas menimbulkan spekulasi bermacam-macam terkait kewajaran laporan keuangan perusahaan atau suatu instansi pemerintah. Penyakit kronis yang bernama korupsi di instansi pemerintah sudah menjadi rahasia umum. Oleh karena itu publik sering kurang percaya jika suatu instansi pemerintah mempunyai laporan keuangan yang baik (WTP). Tertangkapnya auditor BPK tersebut menggambarkan adanya negosiasi atau perdagangan opini audit atas laporan keuangan.
Pengelolaan keuangan negara/daerah lewat APBN/APBD diduga banyak digunakan untuk keperluan yang tidak sesuai dengan tujuannya. Tidak heran jika muncul dugaan adanya kebocoran 30% dari total dana yang ada di APBN/APBD. Sejauh ini, tidak ada satu pihak pun yang membantahnya, meskipun secara yuridis, kebocoran 30% dana APBN/APBD tersebut sulit dibuktikan, namun publik bisa merasakannya. Anehnya kondisi pengelolaan APBN/APBD di instansi pemerintah yang terkenal kacau-balau tersebut (banyak kebocorannya), tidak sedikit diantara instansi pemerintah tersebut yang laporan keuangannya mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Wajar jika publik mencurigai adanya permainan dibalik opini WTP tersebut Oleh karena itu, tertangkapnya auditor BPK yang sedang melakukan negosiasi terkait opini laporan keuangan pemerintah kota Bekasi, seolah membenarkan kecurigaan publik tersebut. Bagaimana dengan di perusahaan swasta?
Berbagai kasus yang terjadi di dunia maupun di Indonesia menunjukkan bahwa perusahaan swasta juga sering melakukan manipulasi pada laporan keuangannya. Publik mungkin juga belum lupa bahwa Enron Energy (perusahaan terbesar ketujuh di AS), WorldCom, Xerox, AOL (America Online), dan Vivendi Universal (pemilik Universal Studio) terbukti telah memanipulasi laporan keuangannya. Repotnya, manipulasi laporan keuangan tersebut dibantu oleh kantor akuntan publik nomor satu di dunia (masuk jajaran “The Big Five”), yaitu Arthur Andersen KPMG dan PriceWaterhouseCoopers. Kasus Gayus secara tidak langsung juga menyiratkan adanya amanipulasi laporan keuangan perusahaan-perusahan besar di Indonesia milik Aburizal Bakrie seperti PT Bumi Resources, PT KPC, dan Arutmin (dugaan manipulasi laporan keuangan agar bisa membayar pajak lebih rendah dari yang seharusnya). Publik juga belum lupa bagaimana Vincentius Amin Sutanto, mantan controller di Asian Agri Grup (perusahaan mantan orang terkaya di Indonesia) mengakui telah merekayasa laporan keuangan perusahaannya sehingga menimbulkan kurang bayar pajak lebih kurang Rp 1,3 triliun.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa suatu perusahaan biasanya membuat 3 versi laporan keuangan. Pertama adalah laporan keuangan riil yang menggambarkan kondisi perusahaan yang sebenarnya (aset, hutang, modal, pendapatan, laba, biaya, dst disajikan sesuai kenyataan). Laporan versi pertama ini dipergunakan manajemen untuk evaluasi internal dan alat untuk perencanaan bisnis ke depan. Kedua adalah laporan keuangan untuk konsumsi perpajakan. Untuk itu, biasanya terdapat banyak manipulasi atas laporan keuangan tersebut yang bahasa kerennya disebut ”window dressing”, misalnya dengan merendahkan pendapatan dan/atau meninggikan biaya sehingga laba yang diperoleh lebih kecil dari seharusnya. Dengan demikian pajak yang harus dibayar kepada pemerintah menjadi lebih kecil. Ketiga, laporan keuangan dibuat untuk konsumsi perbankan dalam rangka mendapatkan kredit. Di sini biasanya pendapatan ditinggikan dan biaya direndahkan agar laba terlihat tinggi serta aset (harta) dinaikkan. Dengan demikian diharapkan perusahaan mendapatkan kredit yang sebesar-besarnya untuk modal perusahaan.
Manipulasi (fraud) atas laporan keuangan di atas, tidak mudah ditemukan oleh auditor, apalagi jika jenis auditnya bukan audit khusus (audit investigatif). Bahkan seperti digambarkan di atas, auditor berperan dalam merekayasa laporan keuangan tersebut baik secara langsung (berperan sebagai konsultan keuangan dan menjadi pelaku manipulasi laporan keuangan tersebut) atau secara tidak langsung dengan cara membiarkan manipulasi tersebut (dengan imbalan uang) atau bahkan ”membisniskan” temuan (memperdagangkan temuan auditnya). Hal ini merupakan salah satu bentuk kejahatan kerah putih (white collar crime). Sebuah kejahatan yang melibatkan orang-orang pintar, namun bermoral rendah.  Sangat sulit pembuktian adanya kejahatan kerah putih. Oleh karena itu penangkapan auditor BPK oleh KPK hari senin yang lalu atau penyidikan kasus Gayus harus dilakukan secara terus-menerus agar kejahatan kerah putih khususnya perdagangan opini audit seperti digambarkan di atas dapat dikurangi semaksimal mungkin.